Tampilkan postingan dengan label Kerohanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerohanian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

Cemburu = Tanda Cinta?

12 Juni 2013
Oleh. Walsinur Silalahi

Nats : Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; ia tidak cemburu (1Korintus 13:4)
Bacaan : 1Korintus 13:4-7


Cemburu adalah perasaan marah atau pahit yang muncul ketika ada orang yang kita anggap akan merebut kekasih kita. Banyak orang mengatakan, cemburu adalah tanda cinta. Bukankah orang menjadi cemburu karena merasa sangat memiliki dan tidak rela kehilangan kekasihnya?

Sebenarnya cemburu tidak selalu identik dengan tanda cinta. Alkitab menyatakan "kasih ... tidak cemburu" (1Korintus 13:4). Kadang kala sikap cemburu justru menunjukkan kurangnya kasih sejati. Mengapa demikian? Sebab rasa cemburu bisa muncul dari sikap egois. Kita memperlakukan kekasih seperti barang milik kita. 


Tanpa sadar, kita berusaha "mencetaknya" menjadi seperti yang kita inginkan. Ia tidak diberi ruang untuk bebas bergerak. Kita mencurigai segala hubungannya dengan orang lain. Kita tidak suka melihatnya bercanda dan tertawa bersama orang lain. Kita merampas sukacita hidupnya!

Rasa cemburu kerap kali muncul dalam relasi suami istri, mertua menantu, pemuda pemudi yang sedang berpacaran, bahkan dalam persahabatan. Tidak jarang, hal ini bukannya membuat hubungan semakin harmonis, malah merusak dan menjauhkan kita dari sang kekasih.

Bagaimana cara menghilangkan rasa cemburu? Surat 1Korintus 13:7 mengatakan, "Kasih ... percaya segala sesuatu." Kasih percaya akan kesetiaan orang lain. Kasih belajar melihat apa yang terbaik dalam diri sang kekasih, sehingga kita pun berhenti berprasangka buruk. Jika kita memiliki kasih yang percaya, kecemburuan akan lenyap!

Sabtu, 07 April 2012

Bagaimana Memiliki Iman

By. Randall Price
6 April 2012
IMG




Apakah itu Iman? Bagaimana anda tahu anda memilikinya? Akankah terjadi apa yang anda harapkan?

Orang melatih imannya setiap hari tanpa menyadarinya. Mereka pergi ke dokter, menerima preskripsi yang tak dapat dimengerti, dan mengambil resep obat yang hanya sedikit diketahui. Bahkan, kebanyakan orang melakukannya tanpa menguji kredensi dokter, bertanya validitas preskripsi atau menginvestigasi efek-efek dari obat. Mereka dapat membunuh diri sendiri, akan tetapi tak terpikirkan kemudian. Mereka hanya percaya bahwa para dokter tahu apa yang mereka lakukan dan obat akan menolong. Inilah Iman!

Meskipun demikian iman yang demikian tidak sesuai ketika menemui keputusan besar dalam hidup: kemana harus melanjutkan studi, karir apa yang dikejar, siapa yang harus dinikahi... Hal-hal ini bukanlah yang diterima begitu saja. Mereka mempelajari keuntungan-keuntungan dari tempat studi, menyiapkan karir dan berpikir panjang dan keras tentang menghabiskan hidup bersama seseorang.

Satu dari kebanyakan keputusan penting yang kita buat akan terjadi di mana kita akan hidup kekal. Namun masih banyak orang tidak pernah bertanya akan iman mereka atau mengevaluasi apa yang mereka percayai. Akan tetapi, jika kita siap untuk membuat keputusan-keputusan secara iman -- keputusan hidup atau mati -- berhubungan dengan waktu dan kekekalan, kita seharusnya yakin dan mengerti iman semacam apa yang Tuhan terima.

Di Perjanjian Baru dijelaskan iman dalam Ibrani 11:1: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat". Iman adalah, yang terutama, sebuah pengertian bahwa apa yang kita percayai adalah nyata dan bukan ilusi, mimpi atau trik.
Itu sebabnya, melalui Perjanjian Baru, para penulisnya menantang orang untuk menguji bukti dari kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus. Lukas berkata  pada awal kitab Lukas, "Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. (Lukas 1:3-4).


Iman yang nyata adalah iman di dalam segala hal. Dimengerti bahwa yang dilakukan Yesus adalah fakta sejarah, bukan fiksi. Tapi iman alkitabiah adalah lebih dari itu. Ibrani 11:1 menamakannya "substansi atau hakekat". Iman adalah substansi. Itu menunjuk kepada realitas dari sebuah jaminan yang terletak secara aman di dalamnya dari apa yang kita harapkan. Suatu keyakinan dimana fakta-fakta sejarah bukan semata-mata benar secara duniawi seperti yang kita pelajari di sekolah; fakta-fakta itu adalah benar yang Tuhan sudah nyatakan sehingga kita dapat mengenalNya secara pribadi.

Akan tetapi iman yang nyata lebih lagi. Tidak semata-mata diketahui -- bahkan diyakini -- bahwa sesuatu adalah benar; tetapi juga menyertakan penerimaannya adalah benar untuk anda. Bukan untuk gereja, bukan untuk pendeta, bukan untuk orang tua anda, bukan untuk teman anda, tetapi untuk anda.

Di pertengahan tahun 1900an, seorang daredevil (berani mati) terkenal Charles Blondin mempertunjukkan sebuah sensasi kepada para penonton dengan cara berjalan di atas tegangan tali yang digantung di atas derasnya Air Terjun Niagara, dengan menggendong seseorang di pundaknya. Suatu hari, ketika ia mau memulai aksinya, ia bertanya kepada seseorang di antara penonton apakah orang itu percaya Blondin akan sukses.

"YA," katanya. "Anda akan dapat melakukannya!" Blondin kemudian bertanya kepadanya apakah ia sangat yakin akan kemampuan Blondin. "YA, Saya sangat yakin anda dapat melakukannya!"
"Bagus," kata Blondin, "karena orang yang seharusnya saya gendong tidak datang hari ini, dan saya butuh anda naik di pundak saya."
Sekarang baru terlihat orang itu takut menghadapi imannya. Ia berkata ia percaya, akan tetapi apakah ia yakin meletakkan resiko dalam hidupnya?

Anda lihat, iman bukanlah iman hingga hal itu anda alami atau anda pikul langsung. Iman kita hanya terjadi di saat iman ditempatkan. Itu sebabnya mengapa kita harus memastikan  iman ditempatkan di dalam sesuatu yang berguna untuk kita yang telah dijanjikan. Bagaimanapun anda begitu percaya dengan orang tuan anda, agama anda, gereja anda, pemimpin agama anda atau pendeta anda, tidak satupun dari mereka dapat memberi anda hidup yang kekal ketika anda mati. Mereka mungkin menolong anda saat ini, tapi mereka tidak menolong anda sesudahnya, karena mereka juga harus meninggalkan dunia. Masalahnya bukan pada apa yang ingin mereka bantu, tetapi karena mereka tak punya kuasa.

Satu-satunya yang dapat menolong anda adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia sebagai manusia untuk mati menggantikan tempat anda dan membayar penalti untuk dosa-dosa anda. Ia membuktikan diriNya memiliki kuasa untuk memberi anda hidup sesudah kematian karena Ia sendiri mengalahkan maut dan hidup selamanya. Ia melakukan apa yang Tuhan janjikan terjadi; dan kini Ia dapat melakukannya untuk anda apa yang Ia janjikan: hidup yang kekal...jika anda mempercayainya.

Beberapa orang berkata, "Saya tidak tahu jika saya dapat melakukannya. Iman saya tidak cukup kuat." Inilah jawabannya dengan sebuah cerita pendek.

Seorang anak laki-laki menunggu sekian lama akan hari pertama musim dingin sehingga ia dapat bermain ice skatting. Kini salju turun dengan derasnya, ia berlari-lari ke arah tanah landai tertutup timbunan salju ke arah danau yang mengkilap yang baru mengeras menjadi es. Dengan yakin, ia lari di atas es tersebut. Akan tetapi, hanya beberapa langkah tiba-tiba es menjadi pecah dan ia jatuh hingga sebatas pinggang. Apa yang salah? Ia sungguh percaya es itu akan dapat menahannya. Masalahnya tentu saja bukan dengan imannya, tetapi obyek dari imannya.
Beberapa hari kemudian ia kembali ke danau itu akibat desakan kawan-kawannya. Kali ini ia takut untuk percaya akan dirinya sendiri. Ia enggan mengambil resiko, gelisah dan menggigil ketakutan. Tahukah anda? Meskipun imannya bimbang, es di danau itu dapat menopangnya.


Anda lihat, itu bukan kekuatan dari iman kita yang penting akan tetapi kekuatan dari 'terhadap apa iman ditempatkan'. Iman yang lemah dapat saja menerima seorang Penyelamat yang kuat, dimana pengampunan tidak tergantung pada kekuatan kita namun pada Dia.

Sudahkah anda mempercayakan hidup anda pada Tuhan Yesus, yang memegang anda selamanya? Melakukannya, anda harus meninggalkan segala sesuatu yang anda percayai dan mempercayakannya di dalam Dia. Iman dalam Kristus bukan iman yang sementara, Ia memegang tangan anda selamanya hingga kekekalan.

Tuhan Yesus Memberkati

Kamis, 11 Agustus 2011

Kerajaan dan Kekuatan


By. Herb Hirt
10 Agustus 2011
IMG



   Nabi Daniel dulu tinggal dalam jaman huru hara. Dalam hidupnya ia melihat dan mengalami kehancuran kerajaan Yehuda di tangan Babylon dan kehancuran Babylon oleh Medo-Persia. Selama kehebohan ini. ketika kekuatan super saat itu saling berhadapan satu dengan yang lain, bersaing mengontrol Ancient Near East*, Tuhan menyatakan kepada Daniel bahwa semua dibawah kuasa Dia dan atas dasar rencanaNya bagi Israel dan bagi kedatangan Kerajaan Tuhan ke dunia.
  Selama abad ke-6 dan 7 B.C., kerajaan Yudea terperangkap dalam konflik antara 3 kerajaan besar: Asyur, Babylon dan Medo-Persia. Kerajaan Asyur, berbasis di Niniwe, menguasai Ancient Near East di jaman Tiglath-Pileser III pertengahan abad 8 B.C. Bangsa ini menaklukkan Samaria dan mengambil kerajaan utara Israel sebagai tahanan di tahun 722 B.C. Pada akhir abad berikutnya, Babylon pelan-pelan melanggar Asyur.
  Di tahun 609, koalisi pasukan Asyur dan Mesir berusaha mengendalikan orang Babylon di Karkemis, akan tetapi 4 tahun kemudian dibawah kendali Nebukadnezar, Babylon berhasil meraih kemenangan; dan Yehuda tunduk kepada kerajaan Babylon. Di tahun itu Nebukadnezar mengambil orang-orang Yudea sebagai tahanan termasuk Daniel. Nebukadnezar melakukannya lagi di tahun 597 sesudah Raja Yoyakim memberontak. Yoyakim mati di Babylon; penerusnya Yoyakhin ditahan (bersama dengan nabi Yehezkiel); dan Zedekia menjadi raja. Akhirnya, di tahun 586, sesudah Zedekia memberontak, Raja Nebukadnezar membakar Yerusalem, merusak Bait Allah dan membuang sisa bangsa-bangsa Yahudi. Sejak Babylon mengontrol kerajaan utara Israel, yang pernah dikuasai Asyur, saat itu justru jumlah golongan Yahudi mendominasi total penduduk.
  Kerajaan Babylon, walau penuh kegembiraan, akan tetapi bertahan hanya sebentar. 13 tahun kemudian sesudah kematian Nebukadnezar, koalisi Medes dan Persia dibawah Raja Persia Koresy menaklukkan Babylon dengan mengalihkan sungai Efrat dan menyerbu ke dalam kota melalui sungai pada 20 Oktober 539 B.C. Koresy kemudian memutuskan bahwa seluruh bangsa tawanan dibawah Babylon bisa kembali ke rumah. Demikianlah awal Kerajaan Persia menguasai dari India hingga Laut Mediterania lebih dari 200 tahun.
  Sehingga Daniel tinggal selama waktu kekacauan politik yang luar biasa, dengan tunduknya bangsa Yahudi ini kepada kekuatan yang lebih besar. Buku Daniel mengajarkan bahwa dunia tidak pernah di luar kendali Tuhan dan semua bangsa tunduk kepadaNya,

Buku Daniel

  Walaupun Alkitab menempatkan Daniel diantara Nabi-Nabi utama, Kitab Yahudi meletakkannya dengan Penulisan (Lihat notes lain "Daniel atau Denial"). Ini mungkin karena Daniel bekerja sebagai seorang Babylon dan kemudian sebagai offisial pemerintahan Persia, jadi buku tersebut ditempatkan antara Ester dan Ezra/Nehemia dengan tulisan-tulisan lain dari masa pasca pembuangan.
  Wahyu-wahyu Daniel merentang hampir 7 dekade dan menspesifikasi tahun-tahun kerajaan ketika ia menerima penglihatan. Buku tersebut ditulis dalam bahasa Ibrani (1:1--2:4a; 8:1--12:13) dan Aramik (2:4b--7:28), bahasa internasional sehari-hari, mengatakan pada kita bahwa Daniel menulis kepada bangsa Yahudi dan non Yahudi.
  Fungsi Daniel 1 sebagai introduksi. Daniel ditempatkan sebagai seorang buangan Yudea di Babylon. Karakter Daniel dan berkat-berkat Tuhan kepada dia dan teman-temannya karena kesetiaan mereka juga ditunjukkan.Pasal 2 hingga 7 adalah dalam bahasa Aramik, artinya pesan mereka ditujukan terutama untuk bangsa-bangsa non Yahudi.
  Pasal 2 dan 7 menyatakan 4 kerajaan-kerajaan non Yahudi dalam 2 bentuk, Di pasal 2 (mimpi Nebukadnezar), tiap kerajaan digambarkan sebagai satu tipe dari metal dalam sebuah image akan seorang laki-laki yang akhirnya dihancurkan oleh kedatangan Kerajaan Tuhan. Di pasal 7, 4 kerajaan itu dilukiskan sebagai 4 makhluk jahat. Firman Tuhan mengidentifikasi 3 kerajaan pertama sebagai Babylon (2:37), Medo-Persia (8:20), dan Yunani (ayat 21), dan yang keempat umumnya dikenali sebagai Kerajaan Roma--dimana cocok secara historis.
  Dengan jalan yang sama, kesepuluh jari kaki dari image itu di 2:41-43 berhubungan dengan 10 tanduk dari 4 makhluk jahat di 7:7, 24. Wahyu tambahan di 7:8, 24 adalah, sebuah tanduk kecil tumbuh tinggi di antara 10 tanduk yang mengutuk Tuhan. Allaha Maha Tinggi kemudian menghakimi  tanduk kecil itu melalui Anak Manusia, dan kerajaan itu diberikan kepada orang-orang kudus.
  Pasal 3 dan 6 berhubungan satu dengan yang lain dimana mereka mendemonstrasikan pemeliharaan Tuhan akan iman dibawah penguasa-penguasa non Yahudi ini. Pasal 3 adalah cerita terkenal dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego, dan cerita tentang perlindungan Tuhan  dari api panas ketika mereka menolak tunduk kepada Nebukadnezar. Dengan jalan yang sama, Tuhan melindungi Daniel (pasal 6) di kandang singa akibat pelanggarannya terhadap hukum Medes dan Persia. Kedua cerita itu tidak hanya menginstruksikan orang-orang pilihan Tuhan untuk setia kepadaNya walau berada dibawah kekuasaan non Yahudi, akan tetapi juga menyuruh penguasa-penguasa non Yahudi tunduk kepada Tuhan.
  Penolakan ini kemudian menjadi tema dari pasal 4 dan 5. Pasal 4 adalah deskripsi otobiografi Raja Nebukadnezar akan kekerasan hatinya terhadap Tuhan. Cerita itu mengisahkan harga diri Nebukadnezar dan kerendahan hatinya melalui 7 tahun masa kesukaran, ketika ia tinggal dalam pengasingan sebagai seekor binatang di belantara hingga ia mengakui bahwa kerajaan dan kekuatannya datang dari Tuhan.
  Pasal 5 menceritakan fitnahan Raja Belsyazar dan respon Tuhan ketika Belsyazar menggunakan perkakas suci dari Bait Suci Yerusalem dalam pesta minum-minumnya. Keduanya memeperingatkan penguasa-penguasa non Yahudi untuk mengenali kekuasaan yang menaungi Israel berasal dari Tuhan. Mereka harus menghormati Sang Maha Kuasa dan orang-orangNya, jika tidak mereka akan dihukum.
  Pasal 8 hingga 12 terdiri atas 3 visi, atau penggenapan, ditulis dalam bahasa Ibrani dan berkaitan dengan masa depan Israel dibawah 4 kerajaan non Yahudi. 3 fokus itu berlanjut pada penghakiman atau penderitaan di tangan non Yahudi hingga Kerajaan Tuhan datang. Pasal 8 ini adalah visi yang dinyatakan di tahun 551 B.C. di saat masa penindasan oleh Antiochus IV (Epiphanes), Raja Seleukia dari Kekaisaran Yunani, ketika ia mencemarkan Bait kedua yang akan dibangun di Yerusalem di tahun 167 B.C., sehingga memicu pemberontakan Maccabi**. Raja ini juga dilukiskan di visi ayat 21-35 pasal 11.
  Pasal 9 adalah respon Tuhan kepada Doa Daniel di 539-538 B.C. tentang ramalan Yeremia dimana orang Yahudi akan dibuang selama 70 tahun (Yer. 25:11-12;29:10). Daniel sadar bahwa saat itu adalah waktunya pembuangan Yahudi digenapi (609-539 B.C.).
  Tuhan menyatakan pada Daniel bahwa 70 kali 7 tahun dari penghakiman diputuskan bagi Yerusalem hingga semua bertobat. Di akhir tahun ke 483 dari tahun lamanya pembuangan Mesias disingkirkan (Dan. 9:26), meninggalkan satu minggu final (periode 7 tahun) dari penghakiman sebelum berakhir (ayat 24-27).
  Visi final yang terekam di pasal 10-12, diberikan di tahun 536-535 B.C. dan berkenaan dengan bangsa Israel di hari-hari terakhir (10:14). Pasal 11 menggambarkan konflik antara Seleukia dan Ptolemia selama waktu pemerintahan Kekaisaran Yunani dimana memuncak di  pengrusakan Antiochus Epiphane di Bait Allah (11:31). Akan tetapi Antiochus Epiphane dilukiskan sebagai satu tipe penguasa besar dan penguasa masa depan: si Antichrist, yang akan memuliakan dirinya di hadapan Tuhan. Buku Daniel berakhir dengan pengesahan kekuasaan Tuhan dan upah kebangkitan bagi mereka yang setia.
  Di dalam Buku Daniel terdapat satu pesan untuk Israel dan bangsa-bangsa non Yahudi. Untuk Israel, pesan itu adalah untuk tetap beriman kepada satu Tuhan daripada menderita dibawah kekuasaan non Yahudi selama menunggu Mesias Tuhan dan KerajaanNya. Bagi non Yahudi, pesan itu adalah untuk mengenali Tuhannya Israel sebagai Sang Maha Tinggi dan mengakui rencanaNya untuk Israel dan dunia. Tuhan layak dipuji dan disembah. Seperti Nebukadnezar akui, "Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaanNya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaanNya turun temurun" (4:34).

Tuhan Yesus Memberkati.



*Ancient Near East : peradaban awal di masa modern Timur Tengah: Mesopotamia (modern Irak dan Siria Timurlaut, Mesir kuno, Iran kuno (Elam, Media, Parthia and Persia, Anatolia (modern Turki) dan Levant (modern Siria, Lebanon, Israel/Palestina, Yordan, Cyprus, dan Crete).

**Maccabi : pasukan pemberontak Yahudi jaman dulu yang mengambil alih kontrol atas Yudea, dimana saat itu bagian dari Kekaisaran Seleukia.

Rabu, 10 Agustus 2011

Daniel atau Denial?


By. Steve Herzig
9 Agustus 2011
IMG



  Walaupun text dari buku Daniel sama buat Kristiani dan Yahudi, perbedaan mendalam eksis dalam interpretasinya. Jika dimengerti secara harfiah dan historis, buku tersebut mudah dipahami. Jika tidak, kekuasaan Tuhan akan dunia hanya berupa dongeng belaka.

  Ceritanya simpel: Sekitar abad ke-6 B.C., Raja Nebukadnezar dan orang Babylon mengambil orang-orang Yahudi sebagai tahanan. Adalah seorang anak mudah bernama Daniel yang tetap teguh berdiri dan beriman kepada Tuhan ayahnya. Kemampuan yang diberikan Tuhan kepadanya untuk memberitahu dan menginterpretasi mimpi, ia gunakan bagi Nebukadnezar dan ia dipromosikan ke posisi tinggi dan berkuasa di pemerintahan. Ia berotoritas di seluruh kerajaan Babylon dan kemudian Persia.
  Daniel juga menerima visi kewahyuan dari Tuhan, memberi pengertian akan Mesias Israel, sejarah dunia dan Kerajaan seribu tahun yang akan datang.

  Sebagai Kristiani, kita menerima anggapan, melihat Daniel sebagai seorang nabi seperti Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel. Kita percaya buku tersebut adalah krusial untuk mengerti Yesus dan kedatanganNya yang kedua kali, dan kita melihat hal itu sebagai kunci pengertian akan buku Wahyu.

  Interpretasi Yahudi agak berbeda. Komentar yang diakui (Midrash) lebih penting daripada text itu sendiri. Karena porsi kewahyuan dari text tersebut diasosiasikan dengan ajaran Kristiani, interpreter Yahudi membuang implikasi kewahyuannya.: "Daniel dianggap sebagai seorang nabi di Qumran dan dimanapun di awal Yudaisme (Josephus, Antiquities 10.266-68), tetapi karena penggambaran lebih dahulu dari kebangkitan Kristus dan Kristen terlihat di Daniel oleh gereja mula-mula, tradisi kerabian ragu-ragu untuk meyakini visi Daniel.

  Penempatan Daniel di Alkitab Yahudi juga digunakan untuk menjustifikasi interpretasi non harfiah. Skript Yahudi dibagi menjadi 3 bagian: Taurat (Hukum), Neviyim (Nabi), dan Ketuvim (Penulisan). Ketuvim terdiri atas Mazmur, Kidung Agung, Ruth, Ester, Ezra, Nehemiah, 1 dan 2 Tawarikh dan Daniel. Kebanyakan Yahudi memandang penulisan itu kurang inspirasi dibandingkan Hukum atau atau Nabi-Nabi. Konsekuensinya, Ruth, Ester dan Daniel dianggap fiktif.

  Ahli-ahli Yahudi yang menganggap Daniel sebagai pewahyu percaya bahwa buku itu ditulis selama periode Maccabi, bukan di tahun 537 B.C., kira-kira 375 tahun lebih awal, yang dipercayai ahli-ahli evangelis. Pada tahun tersebut mustahil terjadi bagi Daniel untuk menulis buku tersebut dan meramal tentang Antiochus IV (Dan. 11:21-35) ke sejarah masa silam. Alkitab Pelajaran Yahudi bicara tentang penulis anonim.

  Dalam usaha untuk menjelaskan pengertian yang sulit dari text itu, pasal 1 hingga 6 dianggap "legenda" dari "perjalanan dari pahlawan Yahudi", padahal pasal 7 hingga 12 bicara tentang visi kewahyuan, "Wahyu dari kejadian-kejadian itu yang mengarah ke akhir perubahan besar dan sejarah transformasi."
Asumsinya terlihat seperti, Daniel berbuat bak seorang nabi; tetapi karena ia tidak dapat menjadi seorang nabi, isi dari buku harus dijelaskan dengan cara lain.

  Sebagai respon dari kurangnya pengetahuan dari inspirasi keilahian akan Firman, seorang wanita Yahudi bertanya, "Apa gunanya membaca Alkitab jika kitab itu sama dengan kitab lain?" Sebuah pertanyaan fair. Kefrustasiannya adalah dengan penolakan Yahudi akan keotentikan text.

  Firman Tuhan tidak terukur waktu dalam aplikasi personalnya. Itu karena: Firman yang datang dari Tuhan. Kita seharusnya membiarkan firman menyesuaikan kita dan kita harus sesuai dengan itu, bukan menyesuaikan text untuk menyesuaikan diri dengan kita.

Tuhan Yesus Memberkati

Sabtu, 06 Agustus 2011

Ketika Tuhan Seakan Diam


By Paul Golden
IMG
5 Agustus 2011



Angkat, angkat!" anda berteriak ke arah telpon di saat seseorang yang anda kasihi tergelatak tak berdaya di lantai. Anda berusaha menghubungi rumah sakit. Terus berdering, namun tak ada jawaban. Berapa lama ya Tuhan, berapa lama hingga mereka menjawab? Sunyi.
  Bayangkan desperasi anda. Detik berubah menjadi menit, tapi tetap tak ada respon. Anda mencoba mencari bantuan namun hanya kesunyian yang ada.
Pernahkah anda memanggil Tuhan dan tidak ada respon? Pernahkah anda merasa Tuhan seperti tuli terhadap anda? Raja Daud pernah. Di Mazmur 13, Daud menyimpan kefrustasiannya terhadap Tuhan selama masa kesukaran dan memberi kita sebuah model berdoa ketika kita merasakan hal yang sama yang dialami Daud.
Yang menarik, Daud tidak melengkapi secara rinci panggilan daruratnya kepada Tuhan, jadi kita tidak tahu apakah itu karena penyakit atau kesulitan lain. Kita tidak tahu apakah ketidakresponsifan Tuhan membuat sangat menderita. Salah satu penulis berkomentar, "Waktu yang akan menjadi  sebuah tekanan destruktif, memakai kemampuan laki-laki untuk bertahan dan meningkatkan penderitaan hingga batas non manusiawi".

Ratapan

Mazmur 13 adalah individual ratapan, "gaya dari pemazmur dimana pemdengar mendefinisikan suatu krisis dan melibatkan Tuhan sebagai pertolongan". Hal itu tersimpulkan dalam sebuah catatan akan harapan dan kepercayaan. Daud memercayakan keadaan sulitnya dalam Tuhan, dan pemazmur dengan tulus dan sungguh-sungguh menggarisbawahi reaksi Daud kepada ketidakresponsifan Tuhan. Pertama, Daud menyatakan masalahnya--dimana malah menjadi ketidakresponsifan dari Tuhan sendiri. (ayat 1&2)
Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?
  Daud mengadakan pembelaan terhadap Tuhan sebanyak 4 kali, bertanya "Berapa lama?" Anda dapat merasakan intensitas dari emosi tersebut dalam pertanyaan retorik Daud. Ia merasa diabaikan dan dilupakan oleh Tuhan--terasingkan, sendiri dengan pikirannya. Seperti penelpon di atas, Daud amat merasa susah.
  Ia kemudian mengungkapkan dengan kata-kata kesusahannya seperti ia sedang bergulat dengan masalah yang tak pernah berhenti  dan amat banyak. Emosi Daud  mungkin tidak sama dengan beberapa pembaca. Meskipun demikian, Kenneth Barker dan Waylon Bailey mencatat,
  Tuhan adalah teman bagi orang ragu yang jujur yang berani berbicara kepada Tuhan daripada berbicara kepada dirinya sendiri. Seorang pendoa yang mengikutsertakan sebuah elemen dari 'bertanya pada Tuhan' mungkin adalah sebuah arti dari imannya yang bertumbuh. Mengekpresikan keraguan dan menangisi ketidakadilan situasinya menunjukkan satu iman percaya dalam Tuhan dan satu kepercayaan  bahwa Tuhan punya jawaban terhadap masalah manusia yang tidak terpecahkan.
  Ketika anda berhadapan dengan kefrustasian anda dengan Tuhan, katakan sejujurnya di dalam Dia--seperti Daud--mengekspresikan kesulitan dan susah payah anda.

Permohonan

  Daud kemudian mentransisi dari 'bertanya pada Tuhan' ke 'berdoa pada Tuhan'. Ia memohon akan sebuah respon (ayat 3&4): 
Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati,supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah.
Pemazmur menggunakan tiga tingkatan doa (melihat, menjawab, dan memberi cahaya) untuk memohon dengan sangat kepada Tuhan. Ia mencari sebuah jawaban--terutama respon positif dari berkat dan kemurahan Tuhan.
  Daud kemudian berseru pada Tuhan dan reputasiNya (ayat 4). Seorang komentator menulis: "Sebelum masalah lain datang, dan sebelum pihak yang tak bertuhan punya alasan untuk bersukacita akan kemenangan mereka, Tuhan harus bertindak untuk menjaga kemuliaanNya. Daud memohon pada Tuhan, secara esensial, "Tolong berikan aku sesuatu untuk bersukacita, Jika tidak, tolong jangan berikan musuhku alasan untuk bersukacita. Seperti Daud, kita harus berdoa pada Tuhan di tengah-tengah keadaan yang sulit dan bertanya akan sebuah respon.

Pujian

  Sesudah Daud mengekspresikan masalahnya dan berdoa, ia memuji Tuhan akan kebaikanNya dan berkat-berkatNya (ayat 5&6):
Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
Sebuah hal yang kontras dari awal seruan emosional Daud pada Tuhan (ayat 1&2) dibandingkan ayat ini yang berisi kepercayaan pada Tuhan. Daud menggambarkan pilihannya untuk percaya dalam Tuhan daripada melihat kesulitan keadaannya. Ia mengekspresikan kepercayaannya pada Kasih Tuhan yang tak putus-putusnya--memutuskan untuk bersukacita dan bernyanyi untuk Tuhan sebab "Ia baik padaku".
 Telah dikatakan Daud, "Walau ia telah mengalami putus asa, pemazmur tidak menyerah...Ia berpegang pada janji Tuhan." Daud tidak dibanjiri dengan kesulitannya; dalam situasinya yg menantang, ia berkata, "Aku percaya." Martin Luther pernah berkata, "Pengharapan menghilangkan harapan namun kehilangan harapan memberi harapan."
  Hal lain yang menarik, semua keluh kesah Mazmur (pengecualian pasal 88) berakhir dengan pujian kepada Tuhan karena pelepasan dan kesetiaanNya. Claus Westermann mendeskripsikan hasil dari kepercayaan Daud: "Orang yang menaruh ratapannya kepada Tuhan tidak akan tetap selamanya dalam ratapannya. Daud dengan tegas menaruh kepercayaannya dalam kuasa Tuhan. Ia menetapkan untuk menaruh kepercayaannya pada apa yang ia tahu benar adanya akan karakter dan kesetiaan Tuhan daripada terus berada dalam perasaan yang kecewa dan hilang semangat.
  Dr. Mark McGinniss berkata, "Sikap diam Tuhan tidak berarti keabsenan Tuhan." Daud memutuskan untuk percaya bahwa Tuhan yang kuasa, dimana kepada Dia ia melayani, bekerja di balik layar meskipun Ia tak terlihat.
  Berapa lama, ya Tuhan, aku harus hidup terus dalam penyakit kronis ini? Berapa lama, ya Tuhan, sebelum Engkau membawa kembali cucuku yang suka melawan? Berapa lama, ya Tuhan, aku akan terus menganggur? Berapa lama, ya Tuhan, sebelum Engkau memberi kami anak? Jika kita, seperti Daud, dihadapi dengan apa yang sepertinya menjadi kesunyian yang tidak responsif dari Tuhan--tidak ada jawaban dari rumah sakit padahal kita berseru dalam NamaNya--kita seharusnya mengikuti contoh Daud: Tumpahkan seluruh keluh kesahmu pada Tuhan; berdoa, memohon sebuah respon; dan memuji Dia karena Ia adalah Tuhan, daripada terus berada pada gejolak kesusahan kita.
  Tuhan punya maksud akan semua hal, bahkan di saat Tuhan seperti diam. Ia berjanji, Ia tidak akan meninggalkan kita bahkan mengabaikan kita (Ibr 13:5). Memanggil namanya adalah sebuah panggilan Urgensi.

Tuhan Yesus Memberkati

Selasa, 19 Juli 2011

Emas berapa karat?


By. NN
28 Juli 2011


Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampurmenjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH dan MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH dan MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya, mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAHHARI UNTUK MEMILIH, SETENGAH HARI UNTUK MERENUNGKAN dan SETENGAH HARI LAGI UNTUK MEMUTUSKAN. Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, 'Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?'

Jawab orang itu: 'Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.'

Lalu tanya prajurit itu lagi: 'Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?'

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis.'

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya,

'Hai orang kaya apa yang kau cari di sini. Bukankah engkau sudah lebihdari cukup?'

Jawab orang kaya itu, 'Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. '

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, 'Mengapa engkau diam di sini?Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'

Mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, 'Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?'

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, 'Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? '

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: 'Tuan, saya ini orangmiskin. Saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.'

'Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu?' Tanya prajurit itu lagi.

'Tuan, emas dan kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yang tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tetapi satu hal yang saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yang lebih penting.' Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, 'Mengapa bisa begitu?'

'Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.'

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, 'Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil.'

'Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain dan menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?' Tanya prajurit lagi.

'Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni.'

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri di tempat yang tinggi sambil berkata,'Wahai rakyatku yang kukasihi. Semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidakseorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.'

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, 'Dan ketahuilah,bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali,hanya 1 orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya. '

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

(Dikutip dari: 'When We Have to Choice' / Kumpulan Sharing & Cerpen)


Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:

BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN
(setengah hari untuk memilih) MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YANG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi dengan-NYA tentang pasangan anda.


BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN
(setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat.Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YANG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI anda bersamanya. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. 'CINTA SELALU BERJUANG' jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda.

Yang terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN DAN CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.


BAGI YANG TELAH MENIKAH
(setengah hari untuk memutuskan )Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas.

Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir, raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi?? Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda.

Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...

Sabtu, 28 Agustus 2010

Back to School


By. Vincent Cheung
27 Agustus 2010

Bacaan Mazmur 119:97-104



  Jadi, jika anda sekolah di sekolah Kristen, situasi anda ada dlm bahaya, dan beresiko pada jiwa anda dimana hal itu tdk tertulis. Mintalah pd Tuhan utk menjauhkan diri anda dr doktrin2 yg salah, tipu muslihat yg halus dan roh yg berangsur melemah. Tulisan ini terfokus pd mereka yg belajar di non sekolah kristen, dimana guru juga mengajar kebohongan tp tetap mengaitkannya dg bhs kristiani sehari-hari.
Mereka bilang, bhw walaupun guru2 non kristen mengutuk Tuhan anda dan meremehkan keimanan anda, bagaimanapun jg anda hrrs menghormati mereka akan pengetahuan dan pengalaman mereka, dan mempercayai kebenaran dr mulut mereka. Mereka berkata bhw org2 ini, walau mereka org2 yg tak percaya dan memandang rendah iman anda, adalah org2 brilliant yg telah lama bekerja dan memiliki kredibilitas di bidangnya masing2. Kerendahan hati menuntut anda utk mendengarkannya.
  Tp itu semua omong kosong, advis terburuk yg ditawarkan kpd pelajar. Anda akan bilang, "tp, org tua saya bilang begini.." Org tua anda pembohong. Anda bilang, "tp, pendeta saya bilang demikian.." Pendeta anda bodoh. Mereka tdk tahu apa yg mereka telah katakan, bahkan jika mereka tahu dampaknya, mereka menjadi iblis dlm daging krn tuntutan mereka utk membuka pikiran anda thdp guru non kristen. Jelas ini akan mengurangi iman anda, mengurangi ketegaran hati anda thdp org2 tak percaya,  dan memaksa anda mudah untuk dipengaruhi dan menimbulkan kontradiksi dlm hati anda. Menyembahh iblis bukan kerendahan hati tp pemberhalaan. Itu adl dosa dan kebodohan, dan bkn kesombongan apabila meremehkan kebodohan.
  Org2 tak percaya adl org2 terdidik yg berdasar hanya kpd standart mereka sendiri, dan standart itu berdasar kpd kejahatan dan kebodohan. Perlukah kita menyetujuinya? Baik terdidik atau tdk terdidik, kaya atau miskin, lulus atau tidak lulus, berdasarkan standart Tuhan, non kristen adalah org jahat, seperti ketika anda dulunya org jahat sebelum Kristus merubah dan menyelamatkan anda.
Org tak percaya, selama mereka belum percaya, adalah jahat seperti sewaktu anda belum diselamatkan. Jadi antara anda mengakui org tak percaya adalah berdosa dan bodoh atau anda menyangkal bhw anda berdosa dan bodoh sebelum Kristus menyelamatkan anda  dimana anda menghina karunia Kristus dan meragukan kesejatian atas iman anda.
  Jika anda seorg Kristiani, dlm eksistensinya anda mewarisi pikiran yg intelegent dan sistem yg kuat, disamping itu anda jg mempercayai Alkitab,  penggenapan dr Tuhan. Dalam hal ini, anda memiliki pengetahuan dan hanya Tuhan sendiri secara intelektual superior thdp semua non kristiani, karena anda menerima kebijaksanaan dr Tuhan. Itu bukan arogansi saat anda berpikir bhw anda superior drpd non kristiani.
Anda tidak superior dlm diri anda sendiri atau karena anda sendiri, tp Tuhan yg superior dan anda menerimanya dr Dia.
  Tidak tahukah anda tentang dasar dr semua realita, yaitu Tuhan? atau tidak tahukah anda jalan keselamatan, dimana org2 tak percaya bebal dan bodoh? tidak tahukah anda penciptaan akan dunia, doktrin2 dr moral atau kebenaran atau penghakiman? tidak tahukah anda, setidaknya memiliki akses, prinsip2 universal berhubungan dg religi, psikologi, politik, ekonomi, sejarah, keluarga, seksualitas, dan semua topik2 sentral, dan bagaimana semua ini dpt signifikan satu dg yg lain? Non kristiani tdk tahu semua ini. Jika anda belajar dan percaya dg sungguh semua bagian dr Firman, maka menyangkal bhw anda superior thdp non kristiani dlm hal bijaksana dan pengetahuan adalah juga menyangkal bhw Tuhan superior thdp mereka. Lebih tegasnya anda menerima pemberian dr Tuhan adalah bukan arogansi, tp lbh kepada kerendahan hati. Arogansi dlm pengertiannya adalah bhw anda mendominasi kepemilikan akan sesuatu yg baik dimana anda tdk memilikinya, atau menyombongkan diri akan sesuatu yg anda terima sebagai hadiah cuma-cuma, sama ketika anda tdk menerimanya atau bukan diberikan kpd anda sebagai hadiah. Tidaklah arogan untuk mengatakan bhw anda tahu lebih banyak dan lebih mengerti drpd non kristiani, jika hal itu karena anda telah belajar akan Firman Tuhan dan Dia mengaruniakan iman untuk mengerti.
  Non kristiani tdk tahu akan kebenaran dan tdk dapat mengajarkan kebenaran. Bahkan saat opini mereka dalam keadaan seperti matematika hrs diinterpretasikan kembali dan direkonstruksi sehingga dpt bersentuhan dg realita. Akan tetapi apabila hal ini kasus sebenarnya, untuk apa pergi ke sekolah non kristiani?
  Pertama, ada keuntungannya memiliki gelar akademis dimana karena anda dapat dg leluasa berinteraksi sosial. Bahkan dr institusi kristen, gelar diploma tidak lebih dari sebuah simbol eksistensi. Itu bkn bukti dr kompetensi intelektual atau profesi yg penting. Seorg kristiani yg mencari persetujuan Tuhan sudah seharusnya tdk membanggakan diri akan hal itu, tp manusia, sejak mereka tdk mendapat persetujuan dr Tuhan, mencari persetujuan dr seorg akan yg lain, dan gelar akademis adalah sebuah dokumen yg memperlihatkan anda termasuk dlm pengakuan diri sendiri. Sesuatu yg menyenangkan hati adalah satu-satunya keuntungan.
  Kedua, non kristiani dapat menunjukkan anda apa arti mendjadi non kristiani. Ini tdk berarti bhw mereka dpt mengajari anda kebenaran tentang mereka sendiri. Mereka tidak mengerti akan mereka sendiri, dan mereka tdk dpt mengajari anda apapun juga. Karena mereka non kristiani, mereka akan berbicara dan berperilaku sebagai non kristiani, dan dengan tinggal di antara mereka, anda mungkin dpt memperoleh beberapa hal yg lazim mengenai cara berpikir dan cara hidup mereka. Hal ini memungkinkan anda masuk dlm lingkungan non kristiani, dan untuk membangun sebuah kehidupan dlm dunia ini sehingga anda dpt lbh leluasa memperkenalkan rencana Tuhan di antara mereka.
  Oleh sebab itu, pergilah ke sekolah yg masih memiliki pemeliharaan Tuhan, baik itu sekolah kristiani ataupun non kristiani. Keduanya adalah berbahaya, sejak hanya sedikit yg masih setia kepada Tuhan, tetapi anda akan aman dlm genggaman Tuhan.
Berpegangteguhlah pada Firman, dan anda takkan dipermalukan dlm konflik rohani. Lihatlah Potifar dlm rumahtangganya, tp tolaklah godaan dr persundalan istrinya dan pikullah kekesalan dr roh yg berada dibawah kultur berhalanya. Lakukan ini tidak untuk mendapatkan persetujuan Potifar, hingga suatu saat anda bisa menguasainya.

Tuhan Yesus memberkati.