Minggu, 25 Maret 2012

Antisemitis di Eropa


24 Maret 2012
by Josua Sihotang

Pemimpin Israel, Selasa 20 Maret 2012 lalu
mengecam diplomat tinggi Uni Eropa karena menghubungkan serangan penembakan di sebuah sekolah Yahudi di Toulouse Perancis minggu lalu dengan serangan militer Israel yang membunuh anak-anak Palestina.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton kemudian mengatakan komentarnya itu "sangat terdistorsi."

Di tengah konferensi bagi pengungsi pemuda Palestina, Ashton berbicara tentang anak-anak tewas "dalam segala macam situasi mengerikan," termasuk penembakan di Toulouse, Prancis, dan peristiwa "terjadi di Gaza."
Dalam klarifikasinya, Ashton mengatakan komentarnya mengarah ke "tragedi mengambil kehidupan anak-anak dan di seluruh dunia dan tidak ada paralel apapun antara keadaan serangan Toulouse dan situasi di Gaza."

Seperti yang diketahui, seorang extrimis Islam yang membunuh 7 orang dalam usahanya "bring France to its knees" mati hari kamis tanggal 22 maret 2012 kemarin setelah baku tembak ia melarikan diri dan melompat melalui jendelanya, senjata di tangan, demikian dilaporkan.
Menteri Dalam Negeri Claude Gueant mengatakan, tersangka, Mohamed Merah, yang mengklaim berhubungan dengan al-Qaeda, ditemukan bersembunyi di kamar mandi setelah polisi memasuki apartemennya Kamis pagi untuk mengakhiri kebuntuan selama 32-jam. Kejadian di Toulouse Perancis ini mengakibatkan polisi dan tersangka terlibat baku tembak sebelum Merah meninggal, dua polisi menjadi korban luka.

Pihak berwenang mengatakan Merah, warga negara Perancis keturunan Aljazair, mendukung bentuk radikal Islam dan telah berkunjung ke Afghanistan dan kubu militan Pakistan Waziristan, di mana ia mengaku telah menerima pelatihan dari al-Qaeda.

Polisi mengatakan, dalam jam-jam berunding Rabu ketika kebuntuan yang pertama dimulai, Merah mengaku menjadi bangga membunuh seorang rabi, tiga anak-anak Yahudi dan tiga pasukan payung Prancis di tiga serangan penembakan sepeda motor yang terpisah. Mereka diyakini sebagai pembunuhan pertama terinspirasi oleh motif radikal Islam di Perancis dalam lebih dari satu dekade.

Merah mengatakan kepada negosiator ia membunuh seorang rabi dan tiga anak muda di sebuah sekolah Yahudi pada hari Senin dan tiga pasukan payung Prancis sebelumnya, sebagai tindakan pembalasan kematian anak-anak Palestina dan memprotes keterlibatan tentara Perancis di Afghanistan, serta larangan pemerintah memakai cadar di area publik sejak tahun lalu.


Bertambahnya Jumlah Anti Semitis Di Eropa

Terkait kejadian di atas, pada pertengahan bulan Maret 2012 ini Liga Anti-Penistaan atau Anti Defamation League (ADL) melakukan penelitian pemberian suara (polling) di 10 negara-negara Eropa. Ditemukan angka anti-Semitis naik secara mengejutkan. Survei yang dilakukan, dimana mengambil sampel dari 5000 orang dewasa (500 orang dari setiap negara) dipandang dari isu-isu yang berbeda, menemukan bahwa sebagian besar orang Eropa mendukung pandangan-pandangan klasik anti-Semitis. ADL melaporkan bahwa pandangan-pandangan ini juga termasuk suatu kepercayaan dimana Yahudi memiliki terlalu besar pengaruh dalam dunia bisnis dan lebih loyal terhadap kampung halaman Israel daripada negara yang ditinggali. Disamping itu, polling menunjukkan banyaknya responden yang percaya bahwa Yahudi banyak mengumbar bicara tentang apa yang terjadi selama Holocaust.


Sebuah report "Attitudes Toward Jews in Ten Eropean Countries", hasilnya, dimana diambil pada tanggal 2-31 Januari 2012, dapat terlihat jelas. Berdasarkan ADL, kepercayaan anti-Semitis ini didapat 1/3 dari jumlah responden. Negara-negara tersebut dalam studi banding ini adalah:  Austria, Perancis, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Norwegia, Polandia, Spanyol dan Inggris. Hasil polling pertanyaan "Yahudi lebih loyal kepada Israel daripada negara yang didiami" dapat dilihat di Gambar.1




Di antara responden di Hungaria, 73% menjawab bahwa hal itu 'mungkin benar' bahwa Yahudi punya pengaruh besar di dunia bisnis. Proporsi untuk Spanyol sebesar 60%. Sementara indikator ini menurun di sejumlah negara, namun justru tambah naik di Inggris (20% di 2012 vs 15% di 2009) dan meningkat sedikit di Jerman (22% di 2012 vs 21% di 2009). (Lihat Gambar.2.




Terdapat juga hasil lain yang menarik ketika setiap individu ditanya mengenai apakah Yahudi memiliki pengaruh besar di market-market finansial secara internasional. Didapat, 75% responden dari Hungaria menilai bahwa ini 'mungkin benar' demikian juga 67% orang Spanyol. Angka terendah adalah Belanda (17%). (Lihat Gambar.3 (Gbr.3))



Survei tersebut kenyataannya cukup menggelisahkan dimana anti-Semitis tetap berada pada level tinggi di seluruh benua dan menginfeksi banyak orang Eropa pada tingkat yang jauh lebih tinggi dari yang dapat dilihat di Amerika Serikat," jelas Abraham H. Foxman, Direktur Nasional ADL. "Di Hungaria, Spanyol dan Polandia angka untuk sikap-sikap anti-Semitis secara harfiah di luar grafik dan menuntut tanggapan serius dari para pemimpin politik, sipil dan agama."

Jajak pendapat memiliki margin of error + / - 4,43 dan + / -, 4,85 tergantung pada setiap negara. Selengkapnya dapat dibaca di sini http://www.adl.org/Anti_semitism/adl_anti-semitism_presentation_february_2012.pdf .

Kamis, 22 Maret 2012

Dampak Revolusi Mesir Bagi Minoritas


By. Josua Sihotang
21 Maret 2012



  Telah memasuki tahun kedua ketika tuntutan Revolusi di Mesir mulai berkumandang. Revolusi yang biasa dikenal "Arab Spring" merambah ke seluruh negara-negara Arab bahkan negara-negara mayoritas Muslim. Dari Maroko hingga Mesir, dari Yaman hingga Siria. Ribuan orang telah menjadi korban, belum lagi korban material yang tak terhitung nilainya. Ketika kekosongan kepemimpinan ini terjadi suatu bangsa akan mengalami masa transisi menuju suatu bentuk pemerintahan yang (mungkin) baru. Bangsa Indonesia juga telah mengalami masa-masa suram ketika Revolusi 1965 terjadi. Demonstrasi rakyat di jalan-jalan akibat krisis ekonomi dan ketidakstablian kondisi keamanan nasional adalah reaksi nyata menuntut transformasi secara fundamental.

  Banyak orang percaya revolusi adalah buah dari demokrasi, dimana rakyat memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya. Pemberontakan di Mesir ini dianggap telah membangkitkan kembali semangat hubungan dasar dan historis antara massa pemberontak dan demokrasi. Namun apakah demokrasi ini berlaku bagi seluruh rakyat Mesir?

  Kenyataannya revolusi ini justru membuat 8 juta orang Kristen ketakutan. Di bulan Oktober 2011, 8 bulan setelah penggulingan Presiden Mubarak, 26 orang anggota Gereja Coptic terbunuh di Maspero. Ribuan orang Kristen turun ke jalan menuntut keadilan akibat pembakaran, pengrusakan bahkan usaha pemboman Gereja yang terjadi sebelumnya. Pasukan keamanan Mesir menembak secara membabi buta ke arah demonstran, bahkan 3 mobil baja polisi merangsek ke arah demonstran. Bahkan satu orang mati tergilas. Ironisnya, kejadian ini berlangsung setelah sekumpulan orang Muslim melemparkan batu dan bom molotov ke arah demonstran.

  Grup dibalik Revolusi di Mesir ini adalah Muslim Brotherhood (Ikhwanul Muslimin). Dibentuk di Mesir pada tahun 1928, IM adalah suatu gerakan Islam yang global dan revolusional yang didisain untuk membuka jalan bagi Khalifa Islam (Global Islamic Caliphate) dibawah hukum Shariah. Awalnya gerakan ini bertujuan untuk menyebarkan moral-moral dan pekerjaan-pekerjaan baik secara Islam, akan tetapi kemudian berubah dan ikut berpartisipasi di politik, terutama sekali perjuangan untuk menyingkirkan pengaruh Inggris dan negara Barat dari Mesir. Setelah usaha mereka untuk membunuh Preisden Gamal Abdul Naser di tahun 1954 gagal, IM dilarang eksis dan kemudian ribuan anggotanya dipenjara dan disiksa. Sejak saat itu IM bergerak bawah tanah.
IKhwanul Muslimin menyuarakan 5 garis fundamental:
*Allah adalah tujuan kami; Nabi Muhammad adlaah penuntun kami; Qur'an adalah konstitusi kami; Jihad adalah jalan kami; Martir bagi kebesaran Allah adalah ambisi terbesar kami.

  Ketakutan orang-orang Kristen di Mesir semakin nyata karena signal IM akan mengubah sistem pemerintahan yang sekuler menjadi Shariah telah menggaung di seluruh Mesir. Di bulan Januari 2012, Associated Press (AP) melaporkan bahwa "Grup fundamentalis ini telah meredakan isu akan legislasi secara Islamic, akan memfokus pada perbaikan ekonomi Mesir." Namun di bulan Februari 2012, Reuters menggambarkan situasi lain "sesudah berbulan-bulan meredam kritikus sekuler, politisi Islam di Tunisia dan Mesir telah mulai menandai bagaimana Muslim cenderung menginginkan agama lebih dari sebelumnya."

  Dengan tenggat waktu menuju politik, koalisi Tunisia dipimpin oleh partai reformis Islam Ennahda dan kepala persaudaraan Muslim Mesir yang berpengaruh menyatakan penekanan kuat pada Islam dalam pemerintahan. Partai tersebut juga menyatakan "menggunakan Shariah Islam sebagai dasar prinsip dari undang-undang akan menjamin kebebasan, keseimbangan sosial, konsultasi, hak azasi manusia dan bartabat semua orang baik laki-laki dan perempuan." Namun tidak dikatakan bagaimana ketat atau longgarnya peraturan terkait.

  Hingga saat ini setidaknya IM beroperasi di 80 negara termasuk USA. Ironisnya pemerintahan Obama menilai bahwa IM bukan gerakan radikal seperti yang dikatakan James Clapper (Director of National Intelligence) di bulan Februari 2011, "sebuah grup yang heterogen, sekuler dan jauh dari kekerasan." Hal ini kontradiksi dengan realita, dimana IM mendukung dan mempromosikan gerakan penggulingan kekuasaan otoriter secara radikal di Mesir, Libya bahkan di Siria.

  Populasi Kristen di Mesir yang berjumlah + 10% dari total, telah mengalami persekusi secara dramatis. Tekanan bahkan kekerasan yang lambat laun semakin meningkat mengakibatkan banyak orang Kristen yang melarikan diri dari Mesir. Rif'at Al-Said, pemimpin partai Al-Tagammu, sebuah partai sekuler progresif, setuju bahwa tidak ada pihak yang menjamin keamanan Coptic Christians, dan beberapa sudah meninggalkan Mesir. Ia berkata tentang 'perjanjian aneh' antara IM dengan Salifis, menggembar gemborkan Osama Bin Laden dan mengibarkan bendera Taliban, mencatat kemudian bahwa IM berdiri tanpa lawan terhadap 'Tentara Salib" di Tahrir Square.

Kamis, 01 Maret 2012

Sekelumit Tentang IDF (Israel Defense Forces)

By. Josua Sihotang
29 Februari 2012
Sumber : IGM




Situasi 1.
Misi anda adalah meledakkan sebuah rumah di dalam teritori musuh yang diduduki oleh teroris. Di dalam mereka menimbun amunisi yang besar yang semata-mata akan digunakan melawan negara anda. Beberapa detik  sebelum anda membom, anda menyadari dari pesawat anda bahwa orang-orang sedang berkumpul di atas rumah tersebut. Apa tindakan anda? Apakah anda tetap berencana membom rumah itu dan beresiko membunuh orang-orang lain? Apakah anda menunda misi tersebut? Anda punya '8 detik' untuk memutuskan.

Situasi 2.
Misi anda menembakkan misil dan menghancurkan sebuah jeep yang membawa sebuah grup teroris yang telah membunuh banyak rakyat anda. Tiba-tiba jeep tersebut mulai bergerak ke arah sebuah gedung di daerah teritori musuh. Anda tidak tahu menahu mengenai gedung itu. Apakah gedung itu sebuah gedung sekolah? Rumah penampungan? Siapakah di dalam? Apa yang harus anda lakukan? Apakah anda membom kendaraan tersebut dan meresiko pembunuhan banyak orang? Apakah anda menunda misi? Anda hanya punya 8 detik untuk memutuskan.

Situasi 3.
Misi anda membunuh satu teroris yang dikenali di dalam teritori lawan yang melarikan diri dengan senjata AK-47 nya. Ia tahu lokasi anda, tiba-tiba ia lari memutar  ke sebuah grup anak-anak yang sedang menunggu bus sekolah. Dengan tangan kanannya, ia merenggut seorang anak dan menjatuhkannya ke tanah. AK-47 di tangan, anak di tangan lain, ia lari berlindung di antara kerumunan, menggunakan anak itu sebagai tameng. Apa yang anda akan lakukan? Apakah anda menembak dan beresiko membunuh anak tersebut? Apakah anda menunda misi? Anda hanya punya kurang dari 8 detik untuk memutuskan.

   Semua contoh di atas adalah situasi riil yang dialami anggota militer Israel setiap hari. Di setiap kasus, pasukan Israel diwajibkan bertindak untuk mencegah adanya korban sipil Palestina. Bahkan, lebih dari 600 orang melihat langsung cuplikan film dari 3 situasi tersebut. Seperti diketahui, 600 juta Muslim mengelilingi 5,6 juta Yahudi Israel. Jadi, Israel harus selalu bertempur untuk melindungi dirinya sendiri dari musuh yang dipersenjatai lengkap yang bersumpah untuk menghancurkan Israel.

   Sebagai tambahan singkat, Israel Defense Force (IDF) adalah angkatan bersenjata untuk Israel, dalam bahasa Ibrani secara akronim Tzahal. Terdiri dari  angkatan darat, angkatan udara dan angkatan laut, IDF adalah sayap militer satu-satunya dari Israeli Security Forces. IDF tidak memiliki jurisdiksi sipil di dalam Israel sendiri, dan dikepalai oleh Panglima Angkatan Bersenjata Ramatkal, subordinat ke Menteri Pertahanan Israel Ray Aluf Benny Gantz. IDF dibentuk menyusul pengesahan 'State of Israel', setelah Menteri Pertahanan dan Perdana Menteri David Ben-Gurion menyerukan perintah pada tanggal 26 Mei 1948. Perintah itu adalah untuk mengesahkan IDF dan membubarkan semua angkatan bersenjata Yahudi lainnya. IDF berbeda dibandingkan dengan mayoritas angkatan bersenjata lain di dunia. Perbedaan tersebut termasuk wajib militer untuk wanita dan strukturnya, dimana menekankan relasi yang dekat diantara angkatan darat, laut dan udara. IDF juga adalah satu dari institusi terkemuka di Israel yang memiliki pengaruh terhadap ekonomi negara, kultur dan politik. Sejak dibentuk, IDF didisain untuk situasi keamanan Israel yang unik.

   Kol. Bentzi Gruber, seorang veteran IDF, memiliki 20.000 pasukan dibawah komandonya, telah banyak berkecimpung langsung dalam pertempuran, dan ia tahu betul bagaimana tekunnya Israel melindungi rakyat sipil lawan meskipun berita-berita di media melaporkan sebaliknya bahwa rakyat Israel  adalah pembunuh. Dalam usahanya membawa kebenaran, ia mempresentasikan "Etika di Lapangan" dalam satu kunjungannya di New Jersey, US. Ia menggunakan lokasi area yang disorot langsung dari pesawat Israel (drone), dalam banyak kasus film semacam ini sering direkam orang-orang Palestina disaat misi bom bunuh diri sedang berlangsung.

   "Kami tidak ingin membunuh orang sipil," kata Gruber. Jadi berdasarkan situasi 1, dimana sebuah gedung di Gaza menjadi target, para pasukan IDF menjatuhkan dari helikopter ribuan selebaran dalam beberapa bahasa, 48 jam sebelum penyerangan dilakukan. Hal itu dimaksudkan untuk memberitahu rakyat Palestina ketika gedung itu akan dibom dan menganjurkan mereka untuk mengevakuasi diri. Setelah itu, pasukan Israel menelpon dan mengirimkan pesan sms. Biasanya mereka memperoleh sejumlah orang-orang di antara lingkungan mereka sendiri. Ini adalah standart prosedur Israel.

"Tak terpikirkan," kata Gruber, "bagi sebuah pasukan untuk memberitahu lawan sebelumnya ketika anda akan menyerang. akan tetapi kami melakukannya untuk mencegah kehancuran total. Kami meresikokan nyawa kami untuk melindungi orang Palestina."
Meskipun begitu, rakyat Palestina tahu bagaimana mengambil kesempatan dari belas kasihan Israel. Ketika mendekati waktu penyerangan, mereka berkumpul di atas atap dari gedung yang ditargetkan, karena mereka tahu bahwa IDF takkan melakukan pengeboman. Jadi Israel menciptakan sebuah prosedur yang dinamakan "knocking on the roof." Ditembakkan sebuah roket pada puncak atap sebagai tanda warning bahwa bom yang lebih besar akan segera datang. Dengan cara demikian orang Palestina akan menyebar.

   Dalam situasi 2, ketika jeep yang terisi teroris berputar ke arah carport, pasukan Israel yang bertugas mempunyai 8 detik untuk mengalihkan roket; dan meledak di daerah tandus. "Ini terjadi berulang kali," lanjut Gruber. Akibatnya teroris bisa melarikan diri. "Kami ambil resiko tersebut. Sasarannya bukan untuk membalas dendam, akan tetapi untuk mencegah teroris itu dari tindakan yang akan dilakukan suatu hari nanti."

  Di situasi 3, teroris yang merenggut anak kecil itu juga bisa melarikan diri. Ketika teroris tahu bahwa mereka sedang dibuntuti di jalan, "mereka mengirimkan anak-anak Palestina keluar untuk bermain sepakbola karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan ditembak," demikian kata Gruber. Ia menjelaskan bahwa Israel memiliki 2 aturan utama mencegah kehancuran total: (1) gunakan kekuatan hanya untuk menyelesaikan misi dan (2) jangan sakiti yang tak bersalah - artinya wanita, anak-anak, rakyat sipil dan orang yang tak ikut berperang.
Meskipun demikian, menjelaskan siapa saja orang yang tak ikut berperang tidaklah selalu mudah. Orang Palestina, kata Gruber, sengaja menggunakan jeans, T-shirts, dan apa saja yang membuat mereka tak terdeteksi di antara kerumunan. Mereka tidak berpakaian seperti pasukan tentara, seperti pasukan Israel. Kemudian, ketika salah seorang terbunuh atau terluka, mereka seketika itu membuang senjata mereka dengan dalih seakan-akan IDF menembak rakyat sipil yang tidak bersenjata. Itu semua terdapat di film.

   Gruber juga menunjukkan rekaman dari - yang umumnya - sebuah kamar mandi di dalam sebuah rumah di Gaza Strip hingga Pasukan IDF  membongkar bak mandinya, dan terdapat sebuah lorong dan ratusan bahan peledak, termasuk liquid TNT. Penghuni tersebut juga membuat jebakan di dapur. Smuggling-tunnels (lorong-lorong penyelundupan) adalah bisnis besar. 4 keluarga  di Rafah, daerah selatan dari Gaza Strip, mempunyai 900 tunnels yang begitu besar hingga orang Palestina dapat mengemudi kendaraan membawa alat-alat persenjataan. "Lorong-lorong itu seperti Holland Tunnel" di kota New York, kata Gruber.

   Gruber juga menunjukkan cuplikan film dari mobil - yang dicap - Ambulance UN (PBB) dimana terdapat 2 teroris di dalamnya. 7 orang lagi dengan senjata juga ikut naik. Ia berkata bahwa PBB memberikan dana bantuan di Gaza sebesar $1,3 miliar per tahun, dan disamping itu juga diberikan gaji bagi pengemudi Ambulance plus bahan bakarnya. "Kami mengrimkan banyak ke Gaza," kata Gruber., "termasuk makanan dan obat-obatan. 35% dari saluran listrik di Gaza diperoleh dari pusat listrik Ashkelon Israel, dimana mereka juga berusaha setiap hari untuk menghancukannya dengan roket.

   Negara kecil Yahudi tidak akan berkompromi dengan prinsipnya atau membungkuk terhadap teroris. Kol. Gruber berkata, paska-trauma stres adalah masalah serius, dan negara kehilangan 45 pasukannya per tahun akibat bunuh diri - hampir sama dengan 2500 pasukan Amerika. Kebanyakan karena kehancuran total yang tak terhindarkan sehingga mereka tak dapat hidup dengan memori gelap itu. "Ketika anda membunuh seorang tak bersalah, anda membawa orang tersebut di pundak anda selama hidup," kata Gruber.

   Bahkan, Kol. Gruber membentuk sebuah organisasi bernama Chesed (bahasa Ibrani berarti "kebaikan hati" atau "belas kasihan") di lapangan dimana misinya untuk mengumpulkan para pasukan IDF dengan orang-orang yang terluka atau lemah untuk berbagi pengalaman dan inspirasi. "Ketika pasukan kami adalah orang-orang baik, saaat itulah ketika kami memiliki pasukan kuat dan dapat melindungi negara," Gruber katakan di websitenya (bentzigruber.com). Lanjutnya, "Ketika anda mendengar kebohongan, anda butuh semangat untuk berdiri tegak. Adlaah sebuah kebanggaan bagi saya, berada di IDF untuk melindungi keluarga saya, melindungi Israel dan melindungi dunia barat."

Senin, 23 Januari 2012

Timbunan Harta Tak Ternilai di Israel


By. Josua Sihotang
22 Januari 2012



  Perdana Menteri Israel ke-4 Golda Meir pernah berkata, "Jika saja Musa mengambil langkah ke kanan dan tidak ke kiri disaat ia memimpin bangsa Yahudi di lembah Sinai, bangsa Yahudi akan memiliki sumber minyak; dan bangsa Arab akan hanya punya tanaman jeruk."
  Perkataan humoris itu sebagai reaksi kebutuhan energi Israel, dimana negara-negara tetangga memiliki sumber energi milyaran barrel cadangan minyak seperti: Arab Saudi 262,2 milyar; Iran 136,3 milyar; Irak 115 milyar; Kuwait 101 milyar; Uni Emirat Arab 97,8 milyar; dan Libia 41,5 milyar. Negara-negara ini  secara efektif menggunakan cadangan minyak mereka sebagai senjata mempengaruhi negara-negara Barat untuk melawan Israel. Meskipun demikian, realitanya mungkin akan berubah.

  Selama bertahun-tahun, misi dari Zion Oil & Gas yang berbasis di Texas dipercaya hanya sekedar sebuah mimpi, harapan yang sia-sia  dari ideologi Christian Zionis. Namun Matt Dickerson dari Zion Oil & Gas berkata bahwa satu dari perusahaan pengeboran di Israel memonitor adanya indikasi hidrokarbon, suatu elemen organik yang biasanya muncul di minyak mentah.
  Israel telah berhasil menemukan area  gas alami yang tak ternilai, akan tetapi saat ini dipercaya bahwa kandungan di bawah gas tersebut terdapat minyak. Jauh di dalam lapisan dimana Zion Oil & Gas dan beberapa perusahaan lain saat ini mentargetkan pengeborannya.
  Dedikasi Zion Oil & Gas di Israel telah menjadi kepercayaan pemerintah Israel dalam membantu kebutuhan energi yang masih bergantung kepada Mesir dan Rusia. Zion Oil & Gas beberapa waktu lalu berhasil memenangkan proposal eksplorasi di bagian utara Lembah Yordan, sebuah area seluas 22662 ha. Bersamaan  dengan Lisensi Joseph dan Lisensi Ashermenashe, Lisensi Lembah Yordan kini menjamin Zion Oil & Gas untuk mengebor lebih dari 88221 ha di bagian utara Israel.

  Dr. Ya'akov Mimran, mantan komisioner petroleum Israel menjelaskan di jurnal bisnis Israel "Globes", ia sangat optimis mengenai dua penemuan gas dan minyak tersebut. "Kita dalam di jalur yang benar. Saya  juga yakin Zion Oil & Gas mampu mengebor lapisan terdalam."
  World Energy Council memperkirakan bahwa Israel bisa memproduksi 250 milyar barrel minyak, dimana mendekati cadangan minyak yang dimiliki Arab Saudi.

   Penemuan sumber minyak yang lain yaitu tidak berupa cairan akan tetapi padat, artinya ada di dalam serpihan batu (shale). 30 mil baratdaya dari Yerusalem terletak lembah sungai Shfela, dimana terdapat endapan terbesar kedua di dunia dari shale minyak tersebut. Walaupun Israel telah lama eksis dalam shale minyak, namun belum dapat mengekstrak minyaknya karena biaya dan potensi negatif terhadap lingkungan. Majalah Business Weekly menulis, "Shale minyak melukai banyak hati" karena sulit untuk mengekstrak minyaknya secara aman dan menguntungkan.
  Howard Jonas, seorang dermawan Zionis dan juga penemu IDT Corporation berkata, bahwa ia percaya cadangan minyak di Israel lebih dari Arab Saudi, namun  banyak perusahaan minyak enggan untuk mengeksplorasi bisnis minyak di Israel karena takut  mempengaruhi hubungannya dengan supplier minyak yang dikontrol Muslim. 
Ia menyebutkan beberapa investor dan pengusaha minyak yang enggan walaupun berhubungan erat dengan Israel:
Rupert Murdoch (pemimpin News Corporation Empire), Michael Steinhardt (investor, Zionis dan juga dermawan), Lord Jacob Rothschild (banker dan juga dermawan dimana keluarganya menyuport Zionisme), Eugene Renna (dahulu adalah presiden dan chief operating officer Mobil Corporation dan pensiunan eksekutif Vice President ExxonMobile), Allan Sass (mantan Occidental Oil Shale Presiden, cabang Occidental Petroleum), Dick Cheney (mantan Wakil Presiden US dan mantan Presiden  Halliburton).
   Kemudian Jonas membujuk Dr. Harold Vinegar, pensiunan kepala ilmuwan Royal Dutch Shell, untuk memimpin tim ini. Vinegar merintis  ekstraksi minyak dari batu dan memegang 240 paten. IEI  percaya hal tersebut, dibawah kepemimpinan Vinegar, mengekstrak minyak akan berharga $35 hingga $45 per barrel dan akan menjaga lingkungan tetap aman.
  Para investor Wall street sepertinya setuju. Melalui Israel Energy Initiatives, saham IDT- 66 cent per share- naik hingga $20 per share. Bukan hanya para investor yang memperhatikan hal ini. Negara-negara Asia dan Eropa, konsumen baru Israel semenjak penemuan dan produksi gas alami Israel ditemukan, juga ikut memperhatikan.
  Jika teknologi Israel dapat mengekstrak minyak shale nya sendiri secara aman dan murah, hal itu dapat membantu mengekstrak hingga 2 triliun barrel minyak shale di seluruh dunia. Bayangkan implikasi ramalan akan Israel sebagai world-class produsen minyak. Golda akan tahu: Musa melakukan hal yang benar.

  Kedua penemuan itu merupakan beberapa penemuan selama 3 tahun terakhir di Israel, setelah pada tahun 2010 sebuah timbunan gas besar, bernama Leviathan, ditemukan 139 km pesisir utara Israel. Diestimasi sebesar 450 milyar cm gas, sebuah penemuan yang memiliki potensi membuat Israel sebagai eksportir gas alam, demikian dikatakan presiden Nobel Energy, perusahaan berbasis Houston dibalik penemuan tersebut. Berdasarkan para ahli geologi, Leviathan mungkin bukan hanya satu-satunya timbunan dan lahan lain mungkin juga dapat ditemukan di Eastern Mediterranean hingga daerah barat Siprus Yunani dan hingga daerah utara Siria. Namun penemuan ini tidaklah semudah yang dibayangkan, karena ketika laporan ini dipublikasikan membuat Libanon bereaksi, dengan mengklaim bahwa timbunan itu berada di perbatasan maritim, sehingga menimbulkan masalah eksport gas.

  Melihat apa yang dimiliki Israel saat ini, janji Tuhan sejak Abraham hingga kini semakin nyata. Di Ibrani 6:13-14 tertulis, Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak."  Namun sentimen terhadap Israel semakin kental, dari bangsa-bangsa Arab hingga United Nation, dari boikot produk-produk Israel hingga ancaman embargo, semua mengarah kepada nubuatan Alkitab dimana Tuhan tidak akan melanggar perjanjianNya dengan anak-anakNya.

Jumat, 20 Januari 2012

Jurnalis Saudi: Polisi Agama Membiarkan 15 Murid Perempuan Mati Terbakar Karena Tidak Memakai Hijab


19 Jan 2012


Dalam interview yang disiarkan oleh Dream2TV Mesir pada 10 Januari lalu, Jurnalis Saudi Nadin Al-Badir menceritakan kembali perlakuan kejam hingga pembunuhan yang mengerikan - termasuk memaksa lebih dari satu lusin anak-anak perempuan sekolah terbakar hidup karena tidak memakai pakaian resmi tradisional Islam penutup kepala pada saat kejadian - dilakukan oleh polisi agama setempat atau dinamakan "Otoriti Untuk Kebijakan Promosi" (Authority for the Promotion of Virtue). Jurnalis tersebut juga menyatakan bahwa kebanyakan dari polisi-polisi itu adalah mantan pelaku kriminal baik itu pemakai obat-obat terlarang atau pengedar.

Al-Badir menjelaskan, "Bahkan Sheik Abd Al-Muhsen Al-Abikan, penasehat pengadilan negara menyarankan bahwa Otoriti tersebut seharusnya dibubarkan." Ia menambahkan, "Ia berkata bahwa kebanyakan dari mereka dulunya adalah pengedar obat-obat terlarang, juga pemakainya, pencuri dan mantan kriminal jalanan yang telah bertobat secara tiba-tiba dan kini lebih ekstrim kasar. Orang-orang ini, menurut Sheik Al-Abikan, seharusnya tidak diijinkan memiliki akses di setiap otoritas, karena mereka melakukannya dengan cara yang tidak benar."

Di segmen awal, Al-Badir menceritakan kisah 28 tahun Hassan Nabil Hmeid, yang dipukul berkali-kali hingga mati karena membiarkan rambutnya hinga panjang.
"Pada akhirnya, semua hal yang mereka tuju adalah sesuatu yang dangkal." Al-Badir mengatakan, "Yang pasti bahwa hidup laki-laki ini berakhir akibat orang-orang yang sensitif untuk bereaksi, yang ingin membawa jaman ini kembali ke ratusan tahun yang lalu. Saya tidak percaya situasi pada saat itu lebih buruk dari yang mereka inginkan terjadi."

Al-Badir juga mengingatkan akan insiden mengerikan ini ketika kebakaran terjadi di sekolah perempuan Arab Saudi itu, akan tetapi seluruh murid perempuan yang ada di dalam dipaksa untuk tinggal di dalam gedung yang terbakar hingga mereka juga ikut mati terbakar, karena mereka tidak memakai hijab.
"Akan lebih mudah untuk memadamkan api tanpa seorang pun terluka. Tetapi anggota dari Otoriti itu berdiri di depan pintu dan mencegah murid keluar, dikarenakan para murid sedang tidak memakai hijab."
"Bagaimana mereka bisa memakai hijab ketika sekolah sedang dilalap api?" lanjutnya. "Mereka juga mencegah orang tua untuk masuk ke area."
"Akan tetapi adalah sebuah kewajiban untuk menyelamatkan mereka dari kematian. Siapa yang peduli kalau mereka memakai abaya atau tidak? Misi mereka adalah menyelamatkan orang dari api neraka, bukan dari kematian," Al-Badir merespon. "Mereka percaya bahwa anda akan mati secara martir. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka saat itu."Al-Badir melanjutkan:
Saya bicara tentang murid sekolah usia 13 tahun, bukan mahasiswa. Mereka ini murida perempuan. 15 murid mati akibat Polisi Otoriti tersebut, bukan karena api. Mudah saja para murid diselamatkan. Apakah anggota Otoriti itu diadukan ke pengadilan? Tidak yang saya lihat. Departemen Pendidikan untuk Anak Perempuan dianeksasi ke Kementerian Pendidikan, namun Otoriti tidak pernah bertanggung jawab. Menghukum, tapi tidak pernah dihukum sendiri. Anda tidak pernah bisa mendapatkan keadilan. Bahkan jika mereka menusuk atau membunuh Anda, tidak ada yang bisa menahan mereka bertanggung jawab. 
Al-Badir berkata, komplain yang telah diajukan terhadap Otoriti menjadi sia-sia, dimana tidak ada aksi pengadilan telah diambil. Ia juga menggarisbawahi bahwa rata-rata dari "semua bentuk tindakan pelecehan seksual adalah yang tertinggi."
"Otoriti itu adalah musuh masyarakat. Bagaimana bisa mencegah hal itu??

Sumber :

Rabu, 11 Januari 2012

Pengungsi Palestina Akibat Konflik


By. Josua Sihotang
10 Jan 2012



Di bulan Mei 1948 populasi lokal Arab bergabung dengan 7 negara-negara Arab (Lebanon, Siria, Mesir, Yordania, Irak, Arab Saudi dan Irak) sebagai aksi untuk  menghancurkan pendirian kembali negara baru Yahudi.
Negara-negara tersebut menjanjikan kemenangan bagi penduduk lokal Arab tersebut yang pada kenyataannya berakhir dengan kekecewaan. Sekitar 500 ribu penduduk Arab itu mengungsi ke Yordania, Lebanon dan Siria.

Angka itu tidak sebanding dengan jumlah 850 ribu pengungsi Yahudi dari Yaman, Mesir, Iran, Irak, Maroko, Algeria, Tunisia dan Libia yang dipaksa keluar dari rumahnya. Yahudi tidak diakui kewarganegaraannya, hingga milik properti mereka juga ikut disita.

Kebalikannya, 160 ribu penduduk Arab saat itu disaat Israel diakui kedaulatannya di tanah mereka justru diperbolehkan menetap. Angka itu kini telah mencapai 1,25 juta dan memperoleh hak-hak penuh sebagai warganegara yang tinggal di Israel.

Kini justru muncul pertanyaan, pernahkah kita mendengar "kampung pengungsi Yahudi"?
Sepertinya tidak. Karena mereka diterima di negara-negara non Arab seperti USA dan Eropa. Kontras dengan keadaan pengungsi-pengungsi Palestina yang tidak diterima baik di negara-negara Arab lain. Jumlah 500 ribu itu kini membengkak hingga 4,7 juta. Faktanya sangat menyedihkan, misalnya ; tidak menerima status warganegara (kecuali di Yordania), dihalang-halangi untuk bekerja sebagai profesional, restriksi akan kepemilikan properti tanah, restriksi berkendaraan dan penolakan akan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Sir Alexander Galloway (1895-1977), mantan direktur UNRWA (Badan untuk pengungsi Palestina) di Yordania bereaksi keras terhadap diskriminasi ini,
"...bangsa-bangsa Arab tidak ingin menyelesaikan masalah pengungsi Arab. Mereka ingin membiarkannya sebagai 'luka terbuka' sebagai senjata untuk melawan Israel.." (April 1952)
Pernyataan itu semakin diperkuat oleh Presiden Mesir Nasser, yang menganggap penolakan pengungsi-pengungsi Palestina itu akan memaksa mereka kembali ke Israel, sehingga akan menjadi benalu dan merusak Israel dari dalam dengan menanamkan rasa kebencian di setiap generasi pengungsi,
"..jika pengungsi-pengungsi itu kembali ke Israel, Israel akan habis.." (1 Sep 1960)

Lalu apa peran PBB saat itu? Sayangnya nyaris tidak ada. Di saat semua kasus yang berhubungan dengan pengungsi berada di bawah naungan UNHCR, badan khusus untuk pengungsi Palestina UNRWA justru dibentuk. Dengan harapan para pengungsi Palestina mendapat jaminan kehidupan baru dari UNRWA seperti yang dilakukan UNHCR terhadap pengungsi-pengungsi Bosnia atau Sudan malah berujung kekecewaan.
Misalnya;
  • Melalui UNHCR status pengungsi akan berubah menjadi warganegara di negara yang menerima, melalui UNRWA sebaliknya
  • Melalui UNHCR, para pengungsi tidak dapat mewariskan status pengungsi dari generasi ke generasi, melalui UNRWA bisa
  • UNHCR mendukung pengungsi untuk berintegrasi di negara yang baru, UNRWA justru mencegah kebijakan tersebut
Di lain hal, sebelum pembentukan PA(Palestinian Authority), negara-negara Arab menunjuk ke dilema pengungsi Palestina sebagai simbol konflik, menggunakannya sebagai perangkat untuk mengalihkan perhatian dari kelemahan domestik mereka. Gagasan pengembalian penuh ke rumah mereka telah tertanam dalam jiwa pengungsi Palestina. Hari ini, dengan generasi ketiga dari pengungsi Palestina menuntut pengembalian penuh, masalah ini semakin campur aduk. Sedangkan pada tahun 1950, hanya ada lebih dari 700.000 pengungsi yang terdaftar, sekarang jumlah ini hampir lima juta.

Jika pengembalian penuh itu terjadi, para pengungsi ditambah warga Palestina Israel akan melebihi jumlah Yahudi Israel. Meskipun dalam negosiasi sebelumnya dengan Israel, Palestina menerima kembalinya sejumlah pengungsi di bawah reunifikasi keluarga, mereka tetap dituntut untuk mempertahankan prinsip "hak untuk kembali" dalam setiap perjanjian damai. Khawatir bahwa suatu hari nanti dapat menghidupkan kembali Palestina isu "hak untuk kembali", Israel terus menolak setiap referensi untuk itu untuk memastikan mayoritas Yahudi yang berkelanjutan dan mempertahankan identitas negara Yahudi.

Dengan biaya pengeluaran yang 3 kali lebih besar dari UNHCR, UNRWA praktis tidak menyumbangkan solusi atau kontribusi bagi jutaan pengungsi. Ironis bagi pengungsi-pengungsi Arab abad 20 ini, di saat mereka terjebak antara kepentingan pemimpin-pemimpin Arab yang menolak saudara-saudara mereka sendiri dan UNRWA yang tidak bersandar kepada prinsip universal terhadap para pengungsi.

Inikah keadilan?

Senin, 22 Agustus 2011

Gulungan Kitab, Firman Tuhan dan Juru Selamat

By. Peter Colon
21 Agustus 2011
IMG




Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku. (Yoh. 5:39)
  Disimpan di Gedung Museum Rockefeller di Yerusalem terdapat sebuah dokumen yang aneh mengarah sebagai 4QMMT*. Itu adalah bagaian dari koleksi Gulungan Kitab Laut Mati. Dalam satu seksi dari text tersebut, seorang penulis jaman dahulu (mungkin seorang pendeta),
mengajak seseorang untuk belajar Firman dengan hati-hati. "(dan) kami telah menulis kepadamu bahwa kamu harus menguji buku-buku Musa, dan kata-kata dari para Nabi dan Daud."

  Ketika Yesus muncul di antara pengikutNya sesudah kebangkitanNya, Ia berkata, "Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur" (Luk. 24:44). Peringatan Tuhan itu dan yang ada di 4QMMT* memuji kelayakan dari Firman Tuhan.

  Gulungan Kitab Laut Mati berisi koleksi lama dari tulisan asli Perjanjian Lama. Sebelum penemuan mereka di tahun 1940an dan 1950an, dokumen Perjanjian Lama itu adalah Text Masoretic**  pada abad 9-11 A.D. Gulungan Kitab Laut Mati itu berusia ribuan tahun, mendahului Septuagint*** . Sejak original teks dari buku Alkitab tersedia, gulungan Kitab itu membantu ahli-ahli agama, jika dibandingkan saat ini teks Alkitab dengan penulisan kuno. Bagian dari analisis literal ini dinamakan kritisme tekstual.

  Di antara sobekan gulungan-gulungan itu kebanyakan adalah buku-buku yang di Perjanjian Baru sering diungkapkan: Ulangan, Yesaya dan Mazmur. Lebih dari itu gulungan-gulungan itu ditemukan di gua-gua, meyakini kepercayaan akan Firman Tuhan dan Yesus.

Hukum-Hukum Musa

  Ulangan adalah buku kelima dari 5 Buku Musa. Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan dikenali sebagai Taurat (Hukum). Rabi-rabi jaman dulu menganggap Ulangan sebagai Mishnah Torah, artinya "Pengulangan Taurat", karena meninjau ulang atau mengulangi hukum-hukum itu yang mana disebutkan sebelumnya di Keluaran, Imamat dan Bilangan.

  Satu dari nubuatan utama Ulangan adalah pasal 18:18-19, yang berbicara akan Mesias yang, seperti Musa, akan mendapat otoritas penuh dari Tuhan, Terjemahan Inggris dari Gulungan Kitab Laut Mati di teks berisi, "[I will raise up for them a prophet like you from among their brothers; I will put my words in] his mouth, and he will speak to them [all that I command him. And whoever does not listen to my words which] he will speak in my name, I [will hold] accountable." Sang penerjemah menggunakan tutupkurung untuk mengindikasikan susunan kata-kata atau ucapan yang rusak. Jelas tidak ada perbedaan antara teks kuno dan Alkitab modern.

  Di Kisah Para Rasul 3:22-23, Rasul Petrus mengutip nubuatan Ulangan di kotbahnya. Seorang profesor senior di Alkitab Eksposisi, Dr.Thomas Constable berkata di sela-sela Seminar Theology di Dallas,
Musa memprediksi bahwa Tuhan akan menyediakan nabi yang mirip dengan dia yang mana melalui dia lah Ia akan menyatakan kehendakNya diketahui oleh anak-anakNya. (Ul. 18:15-19; Im 23:29). Seiring waktu berlalu, orang Yahudi melihat bahwa nubuat ini mengarah ke satu nabi yang akan muncul dan mirip seperti Musa. Ia akan membebaskan dan menghakimi anak-anakNya. Maka orang percaya kepada 'Peter's Day' menganggap kalimat ini sebagai nubuatan mesias (Yoh. 1:21b, 25; 7:40). Petrus menguatkan pendapatnya bahwa Yesus  adalah Mesias dan menganjurkan para pembacanya untuk menerima Dia atau menghadapi kehancuran (ayat 23).

Para Nabi

  Gulungan kitab Yesaya menjelaskan sebuah contoh dari transmisi terjemahan yang akurat. Naskah luar biasa ini sebenarnya besar. Ditulis dalam 17 lembaran kulit perkamen, kira-kira 24 kaki panjangnya dan 11 inci lebarnya, dan memiliki 54 teks kolom. Dapat dibayangkan, Israel mempertimbangkan lembaran kulit perkamen tua ini sebagai harta nasional. Sejak 1965, copy dari lembaran itu dipajang di museum tempat suci Kitab di yerusalem.


  Kalimat yang sering dikutip di Perjanjian Baru adalah nubuatan dari Yesaya 52:13--53:12. Tidak ada yang meragukan kebenaran dari nubuatan tersebut menyinggung akan penderitaan Mesias.
Victor Buksbazen (1903-1974), eksekutif direktur pertama The Friends of ISrael Gospel Ministry, menulis di eksposisinya tentang Yesaya 53,
Umumnya, ada perbedaan kecil antara terjemahan Yahudi dan Kristiani akan kalimat Yesaya, diluar dari beberapa kata dari kepentingan sekunder. Meskipun demikian, ada perbedaan dalam dan mendasar di interpretasi teks. Selama beberapa abad, tradisi Yahudi kuno melihat Yesaya 53 sebagai potret dari pelayan Tuhan yang menderita, si Kristiani Mesias, merunut tradisi Yahudi kuno, tetap memelihara bahwa  Yesaya 53 berbicara akan Mesias. Konsekuensinya, mereka melihat itu sebagai sebuah nubuat yang luar biasa berkenaan dengan Yesus, Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (Yoh. 1:29).

Mazmur

  Buku Mazmur adalah yang paling banyak dicopi dari semua buku-buku Alkitab yang ditemukan dalam Gulungan Kitab Laut Mati itu. Tampaknya, fakta ini menunjukkan pentingnya hal ini bagi tujuan liturgis dan studi. Kata Ibrani untuk 'mazmur' adalah tehillim, artinya "lagu pujian." Di Perjanjian Baru, hanya buku Yesaya lebih mendominasi dibandingkan Mazmur. Gulungan Mazmur adalah koleksi yang terbesar diantara dokumen-dokumen Laut Mati yang ditemukan di tahun 1956, dibuka di tahun 1961.

  Raja Daud menulis hampir semua Mazmur. Diantara koleksi ada teks yang menarik tentang Daud, ditemukan di 11QPs**** Psalter (Komposisi-Komposisi Daud), Daud seorang yang bijak dan terpelajar. Dan totalnya (dari mazmur dan lagu-lagunya/pujian) sebanyak 4050. Semua ini ia komposisikan melalui nubuatan dimana diberikan kepadanya dari Sang Maha Kuasa.

  Sejujurnya, Alkitab adalah naskah satu-satunya yang dinspirasikan oleh Tuhan dan bermanfaat (2 Tim. 3:16). Itu adalah pilihan Tuhan untuk menggerakkan penulis dengan Roh Kudusnya untuk menghasilkan Tulisan Alkitab: "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah."

  Walaupun beberapa kerusakan karena ulat-ulat gua, pasal-pasal dan bagian-bagiannya yang dapat terbaca adalah sama dengan yang tertulis di terjemahan asli. Ini juga benar walaupun ditemukan gulungan-gulungan lain. "Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya."(2 Sam. 22:31)

  Firman Tuhan selamanya akan tetap ada, tetapi fokus utamanya seharusnya tidak diabaikan. Seorang pendeta Inggris G. Campbell Morgan (1863-1945) meletakkannya dengan cara: "Tidak ada kehidupan di Firman Allah, tetapi jika kita mengikuti kemana kita diarahkan, Firman itu akan membawa kita kepadaNya, dan kita menemukan kehidupan, bukan di Firmannya, tetapi di dalam Dia melalui Firman."
 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 2:12)

Tuhan Yesus Memberkati



*4QMMT (atau MMT), juga dikenal sebagai Surat halachic, adalah salah satu dari Gulungan Laut Mati yang ditemukan di Qumran di West Bank. Naskah ini terutama berkaitan dengan isu kemurnian aliran cairan, menjadi bahan perdebatan besar antara orang-orang Farisi dan Saduki dalam teks rabi.**berkenaan dengan kumpulan catatan kritis dan penjelasan tentang teks Ibrani dari Perjanjian Lama, yang disusun dari abad ke-7 hingga abad ke-10 Masehi dan secara tradisional diterima sebagai panduan tafsiran otoritatif, terutama dalam hal pengucapan dan tata bahasa.***terjemahan Yunani dari Perjanjian Lama yang diproduksi di Mesir di abad 3 dan 4 B.C.****bernama juga 11Q5, gulungan abad pertama A.D. ditemukan pada tahun 1956.